This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, July 14, 2012

Keutamaan Bulan Ramadhan


Alhamdulillah segala puji bagi Alloh swt yang telah memberikan nikmat yang begitu banyaknya sehingga sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup oksigen, masih diberi umur serta kesehatan dan nikmat - nikmat lainnya yang begitu banyaknya dan apabila kita mencoba menghitungnya niscaya kita tidak sanggup untuk menghitungnya karena nikmat yang begitu banyaknya yang diberikan kepada kita semua dari Robb pencipta Alam semesta ini yaitu Alloh 'azza wa jalla. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul kita yaitu Rasululloh Muhammad saw, kepada keluarga, sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in dan kepada pengikutnya yang berusaha untuk istiqomah di dienul islam.  dengan diberikannya nikmat umur ini insyaAlloh kita semua bagi umat muslim akan bertemu dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Alloh swt yaitu Bulan Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an.

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]

Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”[2]

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” [3]

Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah[4]. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[5]

Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[7] An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[8] An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”[9]

Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!

Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih di bulan Ramadhan.

jika ada kesalahan pada penulisan artikel ini, kami mohon maaf. semoga bisa bermanfaat sedikit ilmu untuk menyongsong bulan suci Ramadhan. semoga puasa kita semua bagi umat muslim bisa diterima Alloh swt dan mendapat rahmat dan ampunan-Nya. Aamiin Ya Robb.

[1] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179.

[2] HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

[3] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.

[4] Tafsir Ath Thobari, 21/6.

[5] Zaadul Masiir, 7/336-337.

[6] HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.

[7] HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[8] Al Majmu’, 6/375.

[9] Idem.

sumber : Muhammad Abduh Tuasikal_www.muslim.or.id
sedikit edit : @_Aby

Sunday, June 10, 2012

Luasnya Ampunan Alloh SWT


Dalam kehidupan ini kita selaku manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Entah sudah berapa banyak kita melakukan perbuatan dosa. Jika dihitung dan dicatat perbuatan dosa kita setiap hari dalam sebulan mungkin kita akan mendapatkan catatan  dosa kita setebal kamus. Atau mungkin berjilid-jilid banyaknya. Bayangkanlah! Berapa banyak dosa yang kita perbuat selama hidup kita? Lalu bagaimana kita akan menemui Sang Pencipta dengan berlumur dosa?

Memang sudah menjadi fitrah manusia untuk berbuat kesalahan.  Hal ini telah disabdakan oleh nabi Muhammad SAW, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat”. (HR.Tirmidzi). Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, walaupun manusia berbuat dosa. Tidak lantas menjadikan manusia merugi begitu saja. Bagi mereka yang mau bertaubat itulah yang terbaik untuk mereka.

Bahkan dalam hadis lain disebutkan jika seluruh umat manusia tidak ada yang berbuat dosa. Maka Allah SWT menggantinya dengan umat yang berbuat dosa, kemudian mereka memohon ampunan dan Allah SWT mengampuninya. "Kalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan mengganti kalian dengan kaum yang lain pembuat dosa, tetapi mereka beristighfar dan Allah SWT mengampuni mereka".( HR.Muslim). Hal ini mempertegas akan fitrah manusia dalam berbuat dosa.

Ketahuilah! Murka Allah SWT itu sangat dasyat. Siksaan Allah sangat pedih. Akan tetapi kasih sayang-Nya meliputi alam semesta. Ampunan Allah SWT  sangat teramat luas bagi hambanya yang mau bertaubat. Selama dosa itu bukan menyekutukan Allah SWT maka Allah akan mengampuni dosa itu sebasar apapun dosa itu.

Anas bin Malik berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesunggunya Allah berfirman, Wahai anak Adam, apabila engkau memohon dan mengharapkan pertolongan-Ku maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak menganggap bahwa ia suatu beban. Wahai anak Adam, sekalipun dosa kamu seperti awan meliputi langit kemudian kamu memohon ampunan-Ku, niscaya aku akan mengampuninya. Wahai anak Adam, jika kamu menemuiku dengan kesalahan sebesar bumi, kemudian kamu menemuiku tidak dalam keadaan syirik kepada-Ku dengan seuatu apapun. Niscaya aku akan datang kepadamu dengan pengampunan dosa sebesar bumi itu. (HR Tirmidzi)

Tidak sedikit ayat-ayat dalam Alquran yang menyebutkan bahwa Allah SWT Maha Penerima taubat diiringi dengan sifatnya yang Maha Penyayang. Di antaranya dalam surat An Nur ayat 24, surat At Thaqobun ayat 14 dan surat Az Zumar ayat 53. Ini menunjukan betapa besarnya kecintaan Allah SWT terhadap manusia terlebih terhadap hamba-Nya yang bertaubat. Yang menyesali kesalahnnya dan memohon ampunan kepada-Nya.

Oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak boleh berputus asa. Ampunan dan rahmat Allah SWT sangatlah teramat besar. Bahkan Allah SWT telah memaklumi akan sifat kita selaku manusia yang suka berlebih-lebihan. Allah SWT berfirman, “Katakanlah: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Betapa mudahnya mendapat ampunan Allah SWT. Masihkan kita mengingkari kasih sayang Allah SWT ? Hanya orang-orang merugi yang tidak bersegera kepada ampunan Allah SWT yang sangat teramat luas. Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah menyalahi akan janji-Nya (Q.S Ali Imran [3] : 9). Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Kairo, Mesir. _____________________
sumber :http://www.republika.co.id/

Thursday, June 7, 2012

Persiapan sebelum bulan suci ramadhan

Assalamu'alaikum para pembaca muslimfriendship. :)

tak terasa mungkin tinggal 1 bulan atau beberapa minggu lagi insyaalloh kita akan menjumpai bulan yang penuh rahmat dan barakah dimana di saat - saat bulan tersebut kita begitu mudahnya melaksanakan kebaikan, mudah sekali untuk bangun pagi, beramal dsb. itulah bulan yang kita tunggu - tunggu kedatangannya, rindu akan keindahan didalamnya.

maka sejauh ini kita juga perlu untuk mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci tersebut :

1. Persiapan pada ruh dan jasad.

ini perlu karena agar dalam menjalani puasa ramadhan nantinya kita bisa mendapatkan pahala yang maksimal. seperti ruh sangat penting membersihkan diri kita, jangan sampai dalam menjalani atau sebelum menemui bulan ramadhan kita tetap saja sama atau bahkan lebih buruk dari segi akhlak dll.
kemudian jasad juga perlu disiapkan yaitu menjaga kondisi tubuh kita agar selalu fit agar pada saat nanti kita menjalani bulan suci ramadhan kita bisa memaksimalkannya tanpa ada satupun yang bolong dan bisa mengoptimalkan amalan kita dalam beramal. semoga Alloh selalu memberikan keistiqomahan dan kesehatan kepada kita dan semoga umur, hidup kita selalu diberkahi Alloh swt dan selalu pada bimbingan-Nya. Aamiin ya Robb.

2. Persiapan Materi

inilah yang luar biasa, yaitu banyak memberi atau sodakoh dibulan yang penuh berkah yaitu ramadhan.
"sungguh Rasululloh saw saat bertemu dengan malaikat jibril, lebih derma dari pada angin yang dilepaskan."(HR.Muttafaqun'alaihi).

3. Persiapan ilmu

inilah yang paling penting dalam mempersiapkan diri sebelum menjumpai bulan ramadhan yaitu ilmu.
ilmu inilah yang menuntun kita dalam beribadah jangan sampai kita beribadah hanya ikut - ikut saja tanpa didasari dengan ilmu maka akan sia - sia.
dalam mempersiapkan diri sebelum bulan ramadhan ini kita membutuhkan ilmu yaitu tentang ayat yang memerintahkan kita berpuasa, apa saja yang membatalkan puasa atau apa saja yang dilarang, bagaimana agar puasa kita bisa diterima dll. mungkin akan dibahas di artikel selanjutnya.

itu beberapa hal yang harus kita persiapkan sebelum menghadapi bulan suci ramadhan yang penuh keindahan, kebaikan dan kesejukkan di dalam hati.
wallahua'lam bissawab.

semoga coretan ini bisa bermanfaat buat teman - teman dan saya sendiri. yang menulis tidak lebih baik daripada yang membaca. ada salahnya dari saya sendiri dan sesungguhnya kebenaran datangnya hanya dari Alloh swt.

@_aby

Thursday, May 31, 2012

Mana yang harus kita pilih ??

Assalamu'alaikum para pembaca Muslimfriendship..???
semoga selalu dalam keadaan baik dan mendapatkan keberkahan hidup dari Alloh swt. Aamiin Ya Robb. mendapatkan keberkahan hidup dari Alloh itulah kebahagiaan yang luar biasa.

penulis akan sedikit sharing tentang perkembangan teknologi saat ini.
Tuntunan zaman yang semakin canggih dan menuntut generasi muda untuk melek akan hal itu.
banyak sekali informasi yang dipaparkan atau tersedia di dunia maya atau sering kita sebut internet. sebenarnya, kita dimanjakan dengan teknologi sekarang. dan  kita bisa dengan mudahnya mencari sesuatu yang kita inginkan, kita bisa mengetahui disatu sisi negara lain yang mungkin kita belum pernah kesana namun kita bisa melihat keindahannya, kita bisa mendownload aplikasi - aplikasi yang kita butuhkan. begitu banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan melalui internet. kita pun bisa belajar dan mencari banyak referensi dari berbagai sumber untuk menambah wawasan ilmu kita. namun apa jadinya jika canggihnya teknologi sekarang ini tidak digunakan dengan sebaik - baiknya. berbanding terbalik dengan yang saya sebutkan tadi. maka ini akan menimbulkan kerusakan yang besar jika disuatu negeri mengakses internet namun membuka hal - hal yang tidak seharusnya kita buka. kerusakannya bukan hanya di diri sendiri namun sampai meluas di suatu negara. DUNIA MAYA atau INTERNET bisa saya analogikan seperti sebuah pintu dan setelah masuk dari pintu utama tersebut terdapat 2 sisi ruangan yang berbeda, dan masing - masing ruang tersebut memiliki pintu. jika kita sudah bisa membuka pintu pertama yaitu kita dihadapkan suatu interfaces yang dihubungkan keinternet, maka disitu kita memilih pintu selanjutnya untuk bisa masuk kedalam ruangan yang kita inginkan dalam arti kita sudah mulai mengakses internet apa yang ingin kita cari. ruangan yang satu adalah ruangan yang dimana disitu kita dihadapkan dan diberi hidangan akan hal - hal yang bermanfaat dan ruangan yang satunya kebalikannya, kita dihidangkan sesuatu yang bersifat negatif dan berujung pada kemaksiatan. inilah dunia maya sepeti pisau. tergantung siapa yang memegang pisau tersebut, jika pisau dipegang oleh orang yang tepat maka pastilah akan bermanfaat. jika sebaliknya, maka akan berdampak negatif.

semoga kita semua bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan sebaik - baiknya dan bisa bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain.
jadi tentukan pilihan anda, positif atau negatif dalam menggunakan kecanggihan teknologi???
semoga hidup kita selalu dibimbing dan diberi petunjuk oleh Alloh swt sehingga kita diberi keistiqomahan selalu pada jalan-Nya. Aamiin.

saya menasehati diri saya pribadi dan semoga bermanfaat bagi para pembaca. yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca. jika ada salah dalam penulisan dan isi artikel ini penulis mohon maaf. sesungguhnya kebenaran datangnya hanya dari Alloh swt.

@_AbY

Saturday, May 12, 2012

Keutamaan bagi orang - orang yang menuntut ilmu

PERLUNYA MENUNTUT ILMU
Kebodohan dalam ilmu agama adalah salah satu sebab utama seseorang terjerumus pada kemaksiatan dan kefasikan bahkan kesyirikan, na'udzubillah. Syekh islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata : "kebaikan anak adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan kecuali dua perkara yaitu kebodohan dan mengikuti hawa nafsu.
kebodohan inilah juga bisa membuat ibadah kita tidak siterima karena beribadah tanpa didasari dengan ilmu atau dalil atau hanya sekedar ikut - ikutan saja.
Imam ‘Abdullah al-Haddad رضي الله عنه,. Menyebut di dalam kitabnya Risaalah al-Mu`aawanah:
واعلم أن من عبد الله بغير علم كان الضرر العائد عليه بسبب عبادته أكثر من النفع الحاصل له بها. وكم من عابد قد أتعب نفسه في العبادة و هو مع ذلك مصر على معصية يرى انها طاعة او انها غير معصية
Dan ketahuilah bahwasanya seseorang yang beribadat kepada Allah tanpa ilmu, maka kemudharatan yang kembali kepadanya sebab ibadatnya itu lebih banyak daripada manfaat yang terhasil baginya. Berapa ramai ahli ibadat yang memenatkan dirinya dalam ibadat sedangkan dia sebenarnya atas maksiat padahal dia beranggapan apa yang dilakukannya adalah ketaatan atau bukannya maksiat…..

"barang siapa beribadah kepada Alloh dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan".(Majmu' fatwa 25/281)

Dan dari bab yang ditulis oleh Imam Bukhori, terkandung makna yang luhur dan mulia makna yang tersirat dalam bab yang ditulis oleh beliau adalah wajibnya melandasi perkataan dan perbuatan kita dengan ilmu. Oleh karena itu belajar ilmu yang wajib lebih diutamakan daripada perkataan dan perbuatan. Syaikh Abdurrohman bin Muhammad bin Qosim berkata, Sesungguhnya belajar ilmu yang wajib lebih diutamakan daripada perkataan dan perbuatan, karena perkataan dan perbuatan seseorang tidak dibenarkan kecuali berdasarkan ilmu, dalam sebuah hadits: Barangsiapa berbuat (melakukan suatu perbuatan) yang tidak ada ajarannya dari kami maka (perbuatan) itu tertolak/ tidak diterima oleh Alloh.(Hadits riwayat Imam Bukhori no. 2697 dan Imam Muslim no.1718).

inilah perlunya bagi kita mencari ilmu Agama agar ibadah dan amal sholih kita memiliki kualitas dan  bisa diterima oleh Alloh swt.
ilmu ibaratkan pelita atau cahaya di tempat gelap yang bisa menerangi tempat disekitarnya.

KEUTAMAAN MENCARI ILMU
Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah.
mereka bertanya "apakah taman surga itu?"
beliau menjawab "majlis ilmu"
(HR.Tirmidzi da dishahihkan Syekh salim bin Ied Al Hilali dalam shahih kitabul adzkar 4/4).

tidaklah duduk suatu kaum berdzikir kepada Alloh kecuali para malaikat akan mengelilinginya, rahmat menyelimutinya dan turun kepada mereka ketenangan, serta Alloh memujinya dihadapan makhluk yang berada disisinya(HR.Muslim no.6795 dan Ahmad)

Alloh berfirman : "Alloh akan meniggikan orang - orang yang beriman diantara kamu dan orang - orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (QS. Al Mujadillah[58] : 11).

ADZAB BAGI ORANG YANG PELIT ILMU
Adzab bagi orang yang memiliki kebenaran akan ilmu namun merahasiakan ilmu tersebut kepada orang lain maka baginya api neraka.
"Barangsiapa  ditanya tentang suatu ilmu lalu merahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (dimulut) dari api neraka (HR.Abu Dawud).
wallhua'lam bissawab
semoga bermanfaat. jika ada kesalahan pada penulisan atau isi artikel ini. penulis mohon maaf. sesungguhnya kebenaran datangnya hanya dari Alloh swt.

@_Aby

Sunday, April 29, 2012

mendatangkan cinta Alloh swt

Assalamu'alaikum para pembaca muslimfriendship.^_^
pada kesempatan kali ini kami ingin share sedikit ilmu dari hasil ringkasan kajian tentang hal - hal yang bisa mendatangkan cinta Alloh swt[1], yaitu :
  1. Membaca AL Qur'an dengan tadabbur (penghayatan).
  2. Mendekatkan diri kepada Alloh dengan mengerjakan perkara - perkara sunah.
  3. Senantiasa mengingat Alloh disetiap keadaan, baik dengan lisan, hati, dan perbuatan yang tercermin dalam segala kondisi.
  4. Lebih mementingkan kecintaan Alloh ta'ala daripada kepada seorang hamba.
  5. Menelaah asma wa sifat yang Alloh miliki dengan hati.
  6. Memikirkan nikmat - nikmat Alloh , baik yang nampak maupun yang tersembunyi (tidak nampak dengan kasat mata seperti nikmat iman, sehat dll.)
  7. Remuk tunduknya hati karena Alloh ta'ala.
  8. Berkhalwat dengan Alloh pada waktu turunnya Alloh (ke langit dunia yaitu pada sepertiga malam yang akhir sampai waktu fajar)
  9. Bergaul dengan orang - orang yang jujur dan mencintai Alloh, serta mengambil buah terbaik dari perkataan mereka.
  10. Menjauhi setiap sebab yang menghalangi antara hati dengan Alloh swt.
itulah yang dapat kami share kepada para pembaca semoga bermanfaat dan walaupun sedikit semoga bisa menambah ilmu atau wawasan kita akan agama yang haq yaitu islam. yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca jika ada kesalahan dalam penulisan atau isi artikel penulis mohon maaf. sesungguhnya kebenaran datangnya hanya dari Alloh swt.

note : [1] sumber isi artikel diambil dari ringkasan perkataan Ibnu Qoyyim didalam kitab Madarijus Salikhin: 3/17.

Tuesday, April 17, 2012

Fenomena pra UNAS

Assalamu'alaikum para pembaca muslimfriendship...
hari ini mungkin hari kedua Ujian Nasional tingkat SMA/SMK dan sederajat. jadi inget nih zaman dulu waktu masih pake putih abu - abu...hehe...
mmm.... sekedar pingin sharing fenomena pra UNAS. biasanya satu hari sebelum ujian nasional sekolah - sekolah mengadakan doa bersama sampai banyak siswa ataupun siswi yang meneteskan air mata karena mungkin takut tidak bisa melewati ujian nasional dengan lancar dan ada rasa was - was jika tidak bisa lulus ujian.
dan dari pihak sekolah biasanya mengundang seorang ustad atau kyai untuk memimpin doa. karena seluruh siswa diwajibkan ikut doa bersama, akhirnya ana ikut karena tidak ingin bermasalah diakhir - akhir sekolah dan sebenarnya waktu tersebutpun berbenturan dengan waktu kajian rutin pada saat itu.
mungkin awalnya diberi sebuah motivasi agar bagaimana menghadapi soal ujian dengan mudah. namun ana menemukan keganjalan pada proses berdoa yaitu siswa ataupun siswi disuruh menggenggam ujung pensil yang akan disertakan atau dipakai untuk ujian nasional dan bermaksud agar pensil tersebut nantinya bisa lancar saat dibaca oleh komputer istilahnya agar bisa tembus... hehe
dan pada saat kita masuk kelas juga disuruh untuk berdoa sebagaimana kita berdoa saat akan masuk masjid. seolah - olah agar pensil tersebut memiliki kekuatan untuk menolong dalam ujian nasional setelah didoakan. tapi secara logika saja si kalo kita mengerjakan ujian nasional tanpa pensil yo nda bisa karena syaratnya emang pake pensil...hehehe
artikel ini bukan bermaksud untuk menyinggung pihak manapun. artikel ini hanya ditujukan untuk sharing ilmu dan pengalaman yang ana pernah lalui. karena dalam hal beribadah termasuk berdoa ada kriteria syarat - syaratnya.
Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu“.(QS : Adz Dzariyat [51] :56). Namun telah tahukah kita bahwa ibadah memiliki syarat agar ibadah tersebut diterima di sisi Allah sebagai amal sholeh dan bukan amal yang salah? Dua syarat dalam ibadah itu adalah berniat ikhlas karena Allah ‘Azza wa Jalla dan ittiba’ (mencontoh) Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam.

Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.” Kemudian beliau mengatakan, “Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Lihat Shohih Tafsir Ibnu Katsir oleh Syaikh Musthofa Al Adawiy hafidzahullah hal. 57/III, terbitan Dar Ibnu Rojab, Mesir]


Dalil lainnya adalah firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amal ibadahnya”.(QS : Al Mulk: 2). Fudhail bin ‘Iyaad rohimahullah seorang Tabi’in yang agung mengatakan ketika menafsirkan firman Allah, (yang artinya) “yang lebih baik amal ibadahnya” maksudnya adalah yang paling ikhlas dan yang paling benar (paling mencocoki Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Kemudian beliau rohimahullah mengatakan, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab. Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah. Amalan dikatakan showab apabila mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Lihat Ma’alimut Tanziil (Tafsir Al Baghowi) oleh Abu Muhammad Husain bin Mas’ud Al Baghowiy rohimahullah tahqiq Syaikh Muhammad Abdullah An Namr, terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.]

bisa kita simpulkan apabila kita berdoa dengan keikhlasan sampai keluar air mata namun cara kita berdoapun atau dalam beribadah tidak sesuai dengan yang dicontohkan Rasululloh saw maka tidak diterima.
masa berdoanya dengan ritual memegang ujung pensil segala.(?.?)
adapun adab berdoa yang sesuai dengan dalil adalah :
-Pertama, mencari waktu yang mustajab.
“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.r. Muslim)
-Kedua, mengangkat tangan
Ibn Abbas radliallahu ‘anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. Thabrani)
-Ketiga, Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
Dari Jabir radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim)
-Keempat, dengan suara lirih dan tidak dikeraskan.
Allah berfirman,
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (Q.s. Al-Isra: 110)
-Kelima, Tidak dibuat bersajak.
Doa yang terbaik adalah doa yang ada dalam Alquran dan sunnah.
Allah juga berfirman,
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s. Al-A’raf: 55)
Ada yang mengatakan: maksudnya adalah berlebih-lebihan dalam membuat kalimat doa, dengan dipaksakan bersajak.
-Keenam, Rasululloh saw bersabda,
إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء
“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (H.r. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan al-Albani)
-Ketujuh, memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah.
Diriwayatkan bahwa ketika terjadi musim kekeringan di masa Umar bin Khatab, beliau meminta kepada Abbas untuk berdoa. Ketika berdoa, Abbas mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya tidaklah turun musibah dari langit kecuali karena perbuatan dosa. dan musibah ini tidak akan hilang, kecuali dengan taubat…”

semoga dalam melaksanakan suatu ibadah kita bisa sesuai dengan Al Qur'an dan As sunah agar ibadah kita bisa diterima oleh Alloh swt.  dan diberi pemahaman yang baik akan agama islam. Aamiin Ya Robb.
sekali lagi artikel ini bukan bermaksud menyinggung pihak tertentu, hanya sekedar berbagi pengalaman. semoga bisa diambil hikmahnya. jika ada kesalahan pada isi dan penulisan artikel ini, penulis mohon maaf. sama - sama belajar. yang menulis artikel tidak lebih baik dari yang membaca. dan kebaikan datangnya hanya dari Alloh swt.

note : dalil diambil dari beberapa sumber.

@_aby.