Thursday, July 28, 2011

Zainab Al Kubra ra.

Kisah Nabi dan Tokoh Islam category Zainab Al Kubro ra. Seorang wanita cucu Rasulullah SAW yg begitu tabah dan tetap tegar menghadapi ujian dan cobaan demi kemuliaan keturunan Rasulullah SAW.
Menulis tentang Sitti Fatimah Azzahra dgn meninggalkan begitu saja kedua puterinya rasanya memang kurang adil. Apalagi kalau yg dibicarakan itu menyangkut puterinya yg bernanna Zainab Al-Kubra. Ia tercatat dalam sejarah Islam sebagai wanita yg tabah dan gagah berani Seperti diketahui di samping kedua puteranya yg termasyhur itu dalam perkawinannya dgn Imam Ali r.a. Sitti Fatimah Azzahra juga diberkahi oleh Allah s.w.t. dgn dua orang puteri. Mereka itu adl Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash-Sugra. Bersama dgn Al-Hasan dan Al-Husain r.a. kedua wanita itu sudah sejak masa anak-anak ditinggalkan utk selamalamanya oleh ibundanya. Dalam usia yg masih muda sekali ini sesaat sebelum wafat Sitti Fatimah r.a. telah berpesan khusus kepada Zainab Al-Kubra agar ia menjaga baik-baik kedua saudara lelakinya itu.
Memang beban yg terberat bagi Sitti Fatimah Azzahra sebelum meninggal dunia rupanya adl keempat anaknya yg masih kecil-kecil itu. Dikisahkan bahwa sesaat sebelum menghembuskan nafasnya yg terakhir Sitti Fatimah r.a. tak dapat menahan kepedihan hatinya. Ia harus memenuhi panggilan Ilahi pada usia yg begitu muda 28 tahun. Sedangkan anak-anaknya belum satu pun yg mencapai usia sepuluh tahun.
Sesudah itu pada usia masih remaja bahkan masih anak-anak Zainab Al-Kubra sudah diserahi tanggung jawab utk menjaga adik-adik dan merawat kakak-kakaknya. Tidak banyak yg bisa diungkapkan mengenai peran masa anak-anak yg dilakukan oleh kedua puteri Sitti Fatimah Azzahra itu. Riwayat-riwayat hanya mengungkapkan kehidupan dan perkembangan Al Hasan dan Al Husain r.a. Hal ini tidak perlu diherankan krn dunia kehidupan Arab yg keras jarang sekali mengedepankan peran seorang wanita. Jadi walaupun Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash Sugra termasuk dalam lingkungan keluarga sangat mulia nama mereka jarang sekali ditonjolkan.
Baru beberapa tahun kemudian setelah Zainab Al Kubra meningkat remaja maka peranannya diungkapkan oleh para periwayat. Sejarah akhirnya mencatat namanya dan mengakui peran penting yg dijalankan oleh Zainab Al Kubra dalam melindungi kesinambungan generasi penerus keluarga RASUL Allah s a w. Bagaimana pun juga walau Zainab Al Kubra seorang wanita tetapi ada darah kemuliaan dan kesucian yg mengalir dalam tubuhnya. Sejak masa anak-anak ia telah turut memikul tanggung jawab kehidupan rumahtangga Imam Ali r.a. yg ditinggal wafat oleh Sitti Fatimah Azzahra. Zainab Al Kubra dgn tekun dan tabah melaksanakan amanat yg ditinggalkan oleh bundanya sesaat sebelum wafat. Dengan penuh tanggung jawab dirawatnya adik-adik dan kedua kakaknya itu. Boleh dikatakan ia tak pernah berpisah jauh dari kedua saudara lelakinya itu.
Tidak ada pengungkapan mengenai kelanjutan kehidupan Zainab Ash-Sugra. Sedangkan tentang Zainab Al Kubra justru makin menonjol setelah Al-Husain r.a. gugur di Karbala. Wanita inilah pada usia sudah lbh setengah abad tanpa mengebal gentar sedikit pun sedia mati utk menyelamatkan keturunan langsung Rasul Allah s a.w. Ia menjadi saksi hidup tentang siksaan yg dialami oleh saudara lelakinya itu sampai Al-Husain r.a. meninggal dgn gagah berani.
Oleh : Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia - Al-Islam
sumber : file hlp kisah para nabi dan tokoh islam

Reactions:

0 comments:

Post a Comment