Saturday, May 12, 2012

Keutamaan bagi orang - orang yang menuntut ilmu

PERLUNYA MENUNTUT ILMU
Kebodohan dalam ilmu agama adalah salah satu sebab utama seseorang terjerumus pada kemaksiatan dan kefasikan bahkan kesyirikan, na'udzubillah. Syekh islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata : "kebaikan anak adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan kecuali dua perkara yaitu kebodohan dan mengikuti hawa nafsu.
kebodohan inilah juga bisa membuat ibadah kita tidak siterima karena beribadah tanpa didasari dengan ilmu atau dalil atau hanya sekedar ikut - ikutan saja.
Imam ‘Abdullah al-Haddad رضي الله عنه,. Menyebut di dalam kitabnya Risaalah al-Mu`aawanah:
واعلم أن من عبد الله بغير علم كان الضرر العائد عليه بسبب عبادته أكثر من النفع الحاصل له بها. وكم من عابد قد أتعب نفسه في العبادة و هو مع ذلك مصر على معصية يرى انها طاعة او انها غير معصية
Dan ketahuilah bahwasanya seseorang yang beribadat kepada Allah tanpa ilmu, maka kemudharatan yang kembali kepadanya sebab ibadatnya itu lebih banyak daripada manfaat yang terhasil baginya. Berapa ramai ahli ibadat yang memenatkan dirinya dalam ibadat sedangkan dia sebenarnya atas maksiat padahal dia beranggapan apa yang dilakukannya adalah ketaatan atau bukannya maksiat…..

"barang siapa beribadah kepada Alloh dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan".(Majmu' fatwa 25/281)

Dan dari bab yang ditulis oleh Imam Bukhori, terkandung makna yang luhur dan mulia makna yang tersirat dalam bab yang ditulis oleh beliau adalah wajibnya melandasi perkataan dan perbuatan kita dengan ilmu. Oleh karena itu belajar ilmu yang wajib lebih diutamakan daripada perkataan dan perbuatan. Syaikh Abdurrohman bin Muhammad bin Qosim berkata, Sesungguhnya belajar ilmu yang wajib lebih diutamakan daripada perkataan dan perbuatan, karena perkataan dan perbuatan seseorang tidak dibenarkan kecuali berdasarkan ilmu, dalam sebuah hadits: Barangsiapa berbuat (melakukan suatu perbuatan) yang tidak ada ajarannya dari kami maka (perbuatan) itu tertolak/ tidak diterima oleh Alloh.(Hadits riwayat Imam Bukhori no. 2697 dan Imam Muslim no.1718).

inilah perlunya bagi kita mencari ilmu Agama agar ibadah dan amal sholih kita memiliki kualitas dan  bisa diterima oleh Alloh swt.
ilmu ibaratkan pelita atau cahaya di tempat gelap yang bisa menerangi tempat disekitarnya.

KEUTAMAAN MENCARI ILMU
Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah.
mereka bertanya "apakah taman surga itu?"
beliau menjawab "majlis ilmu"
(HR.Tirmidzi da dishahihkan Syekh salim bin Ied Al Hilali dalam shahih kitabul adzkar 4/4).

tidaklah duduk suatu kaum berdzikir kepada Alloh kecuali para malaikat akan mengelilinginya, rahmat menyelimutinya dan turun kepada mereka ketenangan, serta Alloh memujinya dihadapan makhluk yang berada disisinya(HR.Muslim no.6795 dan Ahmad)

Alloh berfirman : "Alloh akan meniggikan orang - orang yang beriman diantara kamu dan orang - orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (QS. Al Mujadillah[58] : 11).

ADZAB BAGI ORANG YANG PELIT ILMU
Adzab bagi orang yang memiliki kebenaran akan ilmu namun merahasiakan ilmu tersebut kepada orang lain maka baginya api neraka.
"Barangsiapa  ditanya tentang suatu ilmu lalu merahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (dimulut) dari api neraka (HR.Abu Dawud).
wallhua'lam bissawab
semoga bermanfaat. jika ada kesalahan pada penulisan atau isi artikel ini. penulis mohon maaf. sesungguhnya kebenaran datangnya hanya dari Alloh swt.

@_Aby

Reactions:

0 comments:

Post a Comment